macam macam jamur yg bisa dimakan dan yg tidak.

Label:




Jamur biasanya hidup di alam bebas terutama muncul pada waktu musim penghujan atau tempat lembab lainnya. Walaupun banyak diantaranya yang sudah dikenal sebagai jenis jamur yang tidak berbahaya dan dapat dimakan atau digunakan sebagai bahan ramuan obat, tetapi pada umumnya masih tetap merupakan jenis jamur liar.
Kalau sesekali kita berjalan-jalan di alam bebas dan menemukan jamur, maka amatilah bentuk dan sifat timbulnya. Bentuk tubuh buah jamur pada umumnya tersusun oleh bagian-bagian yang dinamakan tudung (pileus), bilah (lamellae), cincin (annulus), batang/tangkai (stipe), cawan (volva), dan akar semu (rhizoids).

Sampai saat ini masih belum diketahui, berapa jenis jamur yang dapat dimakan serta berapa jenis yang dapat dimakan dan tidak membahayakan.
Jamur dibedakan menjadi 2 golongan yaitu :

  1.  Jamur Yang Tidak Berbahaya

    1. Suung bulan, Supa barat jamur bulan (Gymnopus sp)
      Habitatnya :
      - merupakan jamur yang belum dibudidayakan
      - hidup pada.musim penghujan terutama angin berhembus dari barat terutama hidup pada tegalan, kebun atau di pinggir rumah.
      - banyak ditemukan tumbuh di atas sarang rayap atau pada tanah yang kandungan organic tanahnya sangat baik.
      Ciri-ciri :
      - tudung berwarna putih kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan dengan batang putih bersih.

    2. Supa kelapa, jamur bulat (Calvatia)
      Habitatnya :
      - belum dibudidayakan, banyak ditemukan di lapangan terutama di bawah pohon kelapa.
      Ciri-ciri :
      - kalau masih muda tubuh buah berwarna putih kadang-kadang putih kekuning-kuningan.
      - kalau sudah tua bagian dalamnya akan berubah menjadi serbuk yang dapat menghembus keluar kalau dipijit

    3. Jamur karang ( Clavaria. )
      Habitatnya :
      - belum dibudidayakan, banyak tumbuh di tanah yang berhumus, pada batang kayu yang sudah lapuk.
      Ciri-ciri :
      - berbentuk seperti karang, berwama putih, putih kekuning-kuningan atau putih kebiruan.

    4. Klitos (Clitocybe)
      Habitatnya :
      - merupakan jamur liar di dalam hutan, kebun, hutan tepi pantai.
      Ciri-ciri :
      - tubuh buah seperti Suung bulan dengan tudung membuka keluar atau berbentuk payung, berwarna putih kekuning-kuningan atau coklat muda.
      - Jenis jamur ini berguna pada bidang farmasi maupun kedokteran karena mengandung halusigen (dapat menyebabkan halusinasi pada mereka yang memakannya).

    5. Jamur payung ( Collybia)
      Habitatnya :
      - merupakan jenis jamur liar yang banyak menempel pada batang kayu yang telah lapuk atau mati.
      Ciri-ciri :
      - berbentuk seperti payung, berwarna kekuning-kuningan atau kecoklat- coklatan.

    6. Hidnum (Hydnum)
      Habitatnya :
      - merupakan jenis jamur liar yang tumbuh pada tegalan atau tanah yang berhumus dan biasanya ditemukan menempel pada ranting kayu yang sudah lapuk.
      Ciri-ciri
      - mempunyai bentuk seperti payung terbuka keluar dan bertangkai tebal, warna tubuh kekuning-kuningan.putih sera putih kecoklat-coklatan.

    7. Higroporus (Hygrophorus)
      Habitatnya / Ciri-ciri :
      - merupakan jenis jamur liar yang mempunyai bentuk dan sifat tumbuh yang sama seperti hidnum.

    8. Marasmius
      Habitatnya :
      - merupakan jenis jamur liar mempunyai bentuk dan sifat seperti jamur payung lainnya.
      Ciri-ciri :
      - tangkai tubuh panjang berwarna putih kecoklat-coklatan atau putih kekuning-kuningan.

  • Jamur Yang Berbahaya

    1. Amanita, Fly agaric, Supa upas terutama yang termasuk ke dalam jenis A. muscaria, A. umbrina, A. spissa
      Habitatnya :
      - tumbuh liar di hutan, tegalan dan pekarangan, ditemukan di antara jatuhan daun atau pada tanah humus
      Ciri- ciri :
      - tubuh buah seperti payung, dengan tudung berwarna merah, coklat tua, coklat muda sampai kuning dengan bintik-bintik putih.
      - Racun yang terkandung digunakan untuk meracuni ujung tombak atau senjata tajam lainnya.

    2. Supa kakabu, bolet (Boletus)
      Habitatnya :
      - tumbuh liar di hutan di antara jatuhan daun atau tanah berhumus, di pinggir kebun dan pekarangan rumah.
      Ciri-ciri :
      - tubuh buah menyerupai payung, tudung tebal dan bulat.
      - batang berwarna kecoklat-coklatan atau kehitam-hitaman serta tudung berwarna coklat tua, kuning, atau coklat kekuning-kuningan.

    3. Supa rampak (Coprinus)
      Habitatnya:
      - tumbuh liar di tempat penggilingan padi dan di bawah pohon pisang.
      Ciri-ciri :
      - Apabila masih muda tudung berwarna putih atau putih kekuning-kuningan, putih kebiru-biruan atau putih gelap dan apabila sudah tua tudungnya cepat hancur dan mengeluarkan cairan yang berwarna biru atau violet

    4. Kortinarius (Cortinarius)
      Habitatnya:
      - tumbuh liar, banyak ditemukan di tumpukan daun dan tanah yang berhumus.
      Ciri-ciri:
      - tubuh buah berbentuk payung dengan batang berwarna putih kekuning-kuningan, putih kebiru-biruan atau putih gelap.
      - tudung berwarna putih kecoklatan, violet, biru atau kuning.

    5. Laktarius (Lactarius)
      Habitatnya:
      - tumbuh liar di hutan, kebun dan di pekarangan rumah.
      Ciri-ciri :
      - tubuh buah berbentuk payung terbuka ke atas dan berbatang tebal berwarna coklat muda,kekuning-kuningan, coklat putih serta biru muda dengan bintik hitam atau garis-garis memanjang.
      - tudung berwarna seperti warna. batang, kadang-kadang disertai garis melingkar di atasnya.

    6. Lepiot (Lepiota)
      Habitatnya:
      - tumbuh liar di mana-mana
      Ciri-Ciri:
      - bentuk seperti Amanita terletak pada warna tudung kecoklat-coklatan dan mempunyai sifat racun yang tinggi

    7. Morsel (Morchella)
      Habitatnya:
      - tumbuh liar pada timbunan daun atau menempel pada batang yang telah lapuk.
      Ciri-ciri :
      - berbentuk payung tertutup atau seperti jarum tiram, dengan tudung berwarna kuning tua, batang putih kekuning-kuningan

    8. Poliot (Pholiota)
      Habitatnya
      - tumbuh liar diantara timbunan daun yang berjatuhan atau menempel pada kayu yang telah lapuk.
      Ciri-ciri:
      - tubuh buah mempunyai bentuk seperti payung dengan warna batang putih, kekuning-kuningan atau kuning dan ada kalanya kecoklat-coklatan dengan warna tudung sama seperti warna batang.

    9. Phallus
      Habitatnya:
      - tumbuh liar pada tanah yang berhumus, lembab atau terlindung dari cahaya matahari
      Ciri-ciri :
      - warna tudung kuning atau hijau, batang putih kotor, mempunyai cawan

    10. Champignon, jamur kompos (Psalliota )
      Habitatnya:
      - tumbuh liar ditanah yang banyak mengandung humus
      Ciri-ciri:
      - berbatang panjang berwarna putih atau coklat muda seperti bersisik
      - tudung berwarna kuning kecoklatan atau kuning kehitaman.

    11. Russula
      Habitatnya :
      - tumbuh liar pada timbunan daun terutama di kawasan hutan.
      Ciri-ciri :
      - batang berwarna putih, kebiru-biruan, hijau, kuning, ungu begitu juga warna tudung tidak berbeda dengan warna batang.

    12. Jamur papan (Polyporus)
      Habitatnya :
      - tumbuh liar, menempel pada batang kayu yang mati atau lapuk sedikit ditemukan pada permukaan tanah.
      Ciri-ciri :
      - tubuh buah melebar berwarna coklat, kuning, kehijauan ataupun merah, batang tidak jelas, tudung melebar atau bulat.


  • Tanda-tanda umum jamur beracun:

    1. Pada umumnya mempunyai warna yang menyolok: merah darah, hitam legam, biru tua ataupun warna-warna lainnya.

    2. Menghasilkan bau yang menusuk hidung, seperti bau telur busuk (H2S) ataupun bau amoniak.

    3. Mempunyai cincin atau cawan, akan tetapi ada juga jamur yang mempunyai cincin tetapi tidak beracun seperti jamur merang dan jamur kompos (mushroom).

    4. Umumya tumbuh pada tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuangan sampah dan kotoran hewan.

    5. Apabila jamur beracun tersebut dikerat dengan pisau yang terbuat dari perak maka pisau tersebut akan berwarna hitam atau biru.

    6. Apabila dimasak cepat sekali berubah warna, dari warna putih menjadi warna gelap.
      Senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur yaitu : Kholin, Muskarin, Falin, Atropin jamur dan Asam helvelar.


    Keracunan karena Jamur :

    1. Keracunan yang diakibatkan makan jamur, yang mengandung racun muskarin mempunyai gejala-gejala:
      - setelah 5-10 menit si penderita akan mengeluarkan air mata, peluh atau ludah.
      - penyempitan pupil mata, sesak nafas, buang air, pusing,
      - lemah, kollaps, koma, diikuti kejang-kejang, apabila tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian.

    2. Keracunan akibat racun yang lain, mempunyai gejala-gejala :
      - setelah 4-6 jam si penderita akan menjadi haus.
      - sakit perut, muntah-muntah dan berak encer, shock, apabila tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian.

    0 komentar:

    Poskan Komentar